The things He inspired to me from His Scripture – 1st


Then he added, “Now go and learn the meaning of this Scripture: ‘I want you to show mercy, not offer sacrifices.’ For I have come to call not those who think they are righteous, but those who know they are sinners.” – Matthew 9 :13 (New Living Translation)

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” – Matius 9 :13

Bagian pertama dari ayat ini dibuka dengan suatu penekanan, dalam versi bahasa Indonesia dikatakan ‘Pergilah dan pelajarilah arti firman ini’. Dan memang perkataan Firman selanjutnya dikutip dari suatu ayat di perjanjian lama (Hosea 6:6 ; I Sam 15:22). Awalnya, perkataan ini tidak berarti apa-apa bagi penulis, hanya kutipan Alkitab biasa yang lewat sesaat. Ayat ini tidak asing lagi, dimulai dari Sekolah Minggu hingga saat ini.

Namun, entah mengapa, saat ini Firman tersebut menyentuh hati. Cobalah baca dan renungkan berkali-kali perkataan Firman ini. I want you to show mercy, Ia ingin kita anak-anakNya untuk menunjukkan belas kasihan. Jika dilihat dari ayat sebelumnya dalam Matius 9, saat itu Yesus baru saja menyembuhkan orang yang lumpuh dan sedang makan di rumah Matius beserta dengan para pemungut cukai. Dan orang-orang Farisi yang melihatnya berusaha untuk mencobai Yesus dengan bertanya, “”Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”.

Dalam frasa selanjutnya Firman Tuhan mengatakan and not offer sacrifice. Tuhan menginginkan kita untuk menunjukkan belas kasihan, kasih Allah yang berlimpah, dan bukan menawarkan atau menuntut suatu korban. Tentu saja yang dimaksud ‘korban’ disini berhubungan dengan orang-orang Farisi yang sangat taat dengan Hukum Taurat dan menjalani ibadahnya dengan sempurna. Untuk siapakah hal ini ditunjukkan? Dalam ayat ini mengacu pada para pemungut cukai, orang-orang yang berdosa dan dibenci oleh masyarakat pada zamannya.

Dari kalimat pertama dalam Matius 9 : 13 ini, kita dapat melihat, bahwa Allah ingin kita menunjukkan kasih, belas kasihan, kemurahan Allah kepada orang-orang berdosa yang belum percaya kepada-Nya. Dan yang sebaliknya, bukan menghakimi mereka, menuntut mereka melakukan perintah Tuhan, atau hal-hal sejenis. Ya, pertemukanlah mereka dengan kasih Allah yang membawa kesembuhan, damai sejahtera, pemulihan, sukacita, dan satu-satunya kasih yang dapat mengisi kekosongan dalam setiap hati manusia, tidak terkecuali.

Hal kedua yang dapat dilihat dari ayat ini adalah bahwa Tuhan datang bukan untuk orang-orang yang sudah menganggap dirinya benar, tidak berdosa, sempurna, dan tidak bercacat cela. Melainkan datang untuk mereka yang sadar bahwa mereka berdosa, tidak bisa dilepaskan dari dosa dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka, yang menyadari sepenuhnya, bahwa hanya anugerah dari Allah yang bisa melepaskan mereka dari segala dosa yang ditawarkan dari dunia ini.

Allah perlu kerendahan hati, agar Dia bisa masuk kedalam hati kita. Orang yang merasa dirinya sudah sempurna, tidak butuh sosok allah. Sedangkan orang yang rendah hati, bersedia membuka pintu hatinya dan mengizinkan Allah masuk dan menjadi penguasa dalam hidupnya.

God bless you all, biar kemurahan Allah memenuhi hati dan seluruh hidup kalian.
Doa dariku untuk kamu semua, supaya Allah menggerakkan Roh Kudus-Nya untuk menjamah hidupmu. Hanya, buka hatimu, izinkan Dia menjadi penguasa utama dalam hidupmu. Just trust Him 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s