Permasalahan Polusi Udara di Kota-kota Besar di Dunia


Permasalahan Polusi Udara di Kota-kota Besar di Dunia

 

  • Permasalahan Lingkungan dan dampaknya

           Salah satu permasalahan lingkungan dapat terjadi karena polusi udara yang dihasilkan oleh industri. Meskipun saat ini telah banyak aturan yang diadakan perkenaan dengan asap yang dihasilkan oleh industri, namun hal ini tidak terjadi begitu saja. Manusia umumnya akan mengantisipasi, bila telah merasakan akibat dari perbuatannya. Ada beberapa peristiwa yang terjadi diakibatkan polusi udara yang sangat mematikan, bahkan menyebabkan kematian ribuan orang, yaitu great smoke of London (1952) dan Donora Smog (1948).

1. Great Smoke of London

           Revolusi industri yang terjadi di Inggris telah membawa perubahan pada gaya hidup masyarakatnya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Penggunaan bahan bakar berbasiskan batu bara menjadi sumber utama masyarakat di London pada sekitar tahun 1500-an. Semenjak penggunaan batu bara sebagai sumber bahan bakar, telah terjadi beberapa kali peristiwa kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran batu bara.

           Pada Desember 1952 yang merupakan musim dingin, meningkatkan pembakaran di skala rumah tangga (untuk penghangat) dan industri. Ribuan rumah tangga menghasilkan asap yang berasal dari batu bara. Namun bukannya sebagai penghangat, lebih banyak asap yang dihasilkan dari pembakaran ini. Tidak pernah ada peristiwa yang lebih berbahaya dan mematikan dari pada peristiwa di tahun 1952 ini.

           Pada peristiwa ini ribuan ton jelaga hitam, tar, dan SO2 telah terakumulasi di udara akibat pembakaran batu bara. Konsentrasi bahan-bahan tersebut mencapai 3000-14.000 gr/m3 di udara, sekitar 50 kali diatas ambang batas normal pada saat itu. Sebuah kabut cahaya telah berdiam di kota itu sejak tanggal 5 Desember, asap dan uap dari pembakaran tetap bergerak dan membentuk asap padat. Salah satu faktor yang menyebabkan peristiwa ini juga adalah cuaca yang sangat dingin saat musim salju saat itu. Terjadi inversi temperatur, sehingga asap yang dihasilkan dari pembakaran akan terjebak dan terakumulasi.

           Peristiwa mematikan yang terjadi disebabkan penyakit pneumonia, bronchitis, tubercolosis, kerusakan jantung, asma dan kematian karena keracunan yang berasal dari asap tersebut. Ketika asap menyebar ke seluruh London, 4000 orang meninggal, beberapa berita menyatakan total korban jiwa dari peristiwa ini mencapai 12.000 jiwa.

 

2. Donora Smog

           Asap yang menyebabkan peristiwa ini pertama kali terlihat pada tanggal 27 Oktober 1948 di Donora, Pennysylvania. Akibat dari peristiwa ini banyak kematian dan penyakit yang disebabkan oleh asma dan penyakit pernafasan lainnya, 20 orang meninggal dan sepertiga dari penduduk kota sakit. Dampak dari peristiwa ini juga masih terlihat sepuluh tahun kemudian, dimana tingkat kematian di kota tersebut meningkat dengan pesat.

            Donora Zinc Works yang merupakanindustri besi di Amerika membuat emisi yang menghasilkan HF dan SO2 . Peristiwa ini disebabkan  emisi tersebut terjebak karena terjadinya inversi temperatur, dimana asap manjadi bertemperatur lebih tinggi, udara terjebak di dalam bongkahan tersebut, serta tercampurnya polutan kedalam asap.

           Peristiwa ini berhasil diatasi dengan waktu yang cukup cepat, dengan menghentikan untuk sementara kegiatan di industri tsb. Dengan hal ini, jumlah korban yang lebih buruk dapat dicegah hingga tanggal 31 Oktober 1948. Donora smog merupakan salah satu peristiwa paling mematikan disebabkan oleh polusi udara.

 

  • Penanganan permasalahan dan perbaikan lingkungan

           Dari peristiwa Great Smoke of London, pemerintah setempat langsung mengambil tindakan untuk membersihkan udara nasional. Peristiwa yang mematikan tersebut terjadi karena kelalaian masyarakat akan berbahayanya pembakaran bahan bakar, pulusi udara terhadap kesehatan. Pada tahun 1968 Clean Air Act memberikan standar polusi udara yang dapat dibuang ke udara bebas, serta menyarankan rumah tangga untuk menggunakan bahan bakar pemanas yang lebih ramah lingkungan seperti gas, minyak, dan listrik.

           Peristiwa Donora Smog yang juga mengakibatkan kematian yang fatal, telah mendapat perhatian serius dari pemerintah AS saat itu. Industri besi yang merupakan sumber pencemaran telah dihukum, dan dikenakan denda, juga pelaku sebanyak 80 orang yang terlibat. Semenjak peristiwa itu juga aksi dan tindakan untuk menjaga lingkungan khususnya polusi udara terus digalakkan.

           Dari kedua peristiwa di atas, dapat dilihat bahwa peningkatan polusi udara dan zat beracun dalam asap tsb terjadi di kota-kota besar di dunia. Meskipun peristiwa mematikan seperti itu tidak terjadi lagi hari-hari ini, namun permasalahan lingkungan karena polusi udara di kota-kota besar tetap terjadi.

           Untuk mencegah dan mengurangi dampak dari polusi udara yang terjadi dan semakin pesat di berbagai belahan dunia, maka pada tahun 1974 UNEP(The United Nations of Environment Programme) dan WHO (World Health Organizations) menginisiasi program sistem pengawasan terhadap keadaan lingkungan global. Organisasi ini telah memantau keadaan udara di lebih dari 50 kota di 35 negara berkembang. Fokus pertama adalah memantau kadar SO2 yang terakumulasi dengan high-volume sample matter serta Pb dalam polutan. Hasil dari pendataan ini sangat bermanfaat untuk menganalisa permasalahan udara secara global. Pantauan dilanjutkan dengan mendata kandungan NO2, CO dan O3 di udara.

           Selain itu pada konferensi Lingkungan Internasional yang diadakan pada tahun 1992  di Rio de Janeiro, permasalahan polusi udara di perkotaan juga mendapat sorotan yang penting.  Meskipun polusi udara hanya merupakan salah satu permasalahan yang terjadi selain kontaminasi perairan, hal ini merupakan salah satu kontroversi politik yang menjadi fokus di kota-kota besar. Pemantauan terhadap kandungan polutan udara yang ada di beberapa kota besar terus dilakukan. Umumnya polutan yang tinggi terjadi di negara-negara berkembang, yang polutan nya berasal dari industri ataupun pembakaran melalui kendaraan bermotor.

           Hingga saat ini, usaha pengurangan polutan di kota-kota besar dilakukan secara parsial oleh kebijakan masing-masing kota.  Peraturan mengenai udara buang yang boleh dihasilkan industri, filtrasi asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, hingga pengurangan penggunaan kendaraan bermotor terus dilakukan. Selain itu penanaman pohon yang dapat mengurangi polutan di perkotaan merupakan salah satu kebijakan di berbagai kota. Sistem pengawasan lokal di masing-masing kota juga dilakukan dengan pemasangan alat pemantauan komposisi udara di perkotaan.

 

  • Kesadaran akan lingkungan dan pengurangan polusi udara

     Industri merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar bagi lingkungan. Sejak revolusi industri di Inggris, berbagai teknologi dan sumber daya telah dipergunakan untuk keuntungan manusia. Namun dibalik itu perlu ada keseimbangan alam , agar hal tsb tidak menjadi kerugian juga untuk manusia itu sendiri.

     Standar pengelolaan limbah di industri saat ini, khususnya udara, lebih baik dibandingkan dengan saat peerkembangannya pertama kali. Kandungan zat berbahaya harus diolah lebih dahulu agar tidak berbahaya saat dibuang ke udara bebas. Sehubungan dengan izin operasi pabrik, pemerintah pusat dan daerah di Indonesia sangat ketat dalam hubungannya dengan limbah yang dibuang oleh industri ke lingkungan.

     Namun, penurunan polusi udara di kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, masih belum signifikan. Karena industri bukanlah satu-satunya penyumbang polutan udara berbahaya , penggunaan kendaraan bermotor dan pembakaran sampah juga ikut mengambil andil dalam masalah ini. Standar pengelolaan polutan udara di negara-negara  maju lebih ketat dibandingkan dengan Indonesia, karena mereka telah mengerti dan mengalami sendiri dampak dari kelalaian dalam masalah ini. 

     Sepatutnya kesadaran penanganan polutan udara berbahaya bukan dimulai jika terjadi dampak buruk terlebih dahulu, namun dimulai dari saat ini. Meskipun di Indonesia sendiri kemungkinan terjadinya inversi temperatur yang menyebabkan terakumulasinya asap berbahaya dalam jumlah besar, sangat kecil, namun dampak jangka panjang dalam kesehatan masyarakat patut diperhitungkan.

     Polutan berbahaya dalam udara yang mungkin ada diantaranya CO, SO2, Pb, NO2 serta logam berat lainnya, merupakan komponen yang beracun dan menyebabkan degradasi tingkat kesehatan manusia dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memperhatikan polutan yang dibuang ke udara, harus dilakukan dengan segera. Bukan saja dari tingkat pemerintah, namun dari lingkungan sekitar kita. Hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membakar sampah, meminimisasi penggunaan kendaraan bermotor dll. Dalam industri sendiri, peraturan yang dibuat pemerintah harus diikuti juga dengan penerapan teknologi tepat guna yang mengelola limbah buangan, baik air ataupun udara, sesuai standar yang telah ditetapkan.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Anonim. 1948 Donora Smog.http://en.wikipedia.org/wiki/1948_Donora_smog#Sources (24 September 2012)

Davis, Devra L., Bell, Michelle L., and Tony Fletcher. 2002. A Look Back at the London Smog of 1952 and the Half Century Since. Environmental Health Perspectives.

Mage, David., Guntis Ozolin. , Peter Peterson et al. 1995. Urban Air Pollution in Megacities of The World. US Enviromental Protection Agency.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s