Analisis kandungan gizi pangan dan manfaat salak


A. Metode Analisis Kandungan Gizi pangan
Variasi kandungan gizi pada makanan merupakan hal yang penting, karena hal ini akan memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi dalam tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis komposisi penyusun makanan, untuk menyeimbangkan kebutuhan gizi yang dipenuhi oleh produk yang dikonsumsi. Selanjutnya, metode yang digunkan untuk menganalisa kandungan gizi merupakan hal yang esensial, terutama untuk produk pangan yang telah dimodifikasi serta mengevaluasi pemenuhan gizi oleh produk tsb.
Untuk menganalisis kandungan gizi pada pangan, dapat dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung. Pada metode tidak langsung diperlukan data jenis dan kandungan nutrisi yang ada pada pangan, cara pemrosesan produk pangan, serta faktor lain yang memengaruhi proses produksi seperti perolehan (yield). Berikut adalah langkah analisis dengan menggunakan metode tidak langsung :

1. Kumpulkan data berupa resep dan proses manufaktur dalam produk pangan.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui bahan yang menyusun produk pangan, beserta perubahan yang mungkin terjadi ketika pemrosesan. Setiap bahan memiliki kandungan gizi atau nutrisi yang bervariasi, selain itu proses pemasakan dapat mengurangi atau merubah sifat fisik bahan pangan.

2. Tentukan berat masing-masing nutrisi berdasarkan komposisi produk.
Setiap bahan yang ditambahkan kedalam produk pangan memiliki komposisi kandungan gizinya masing-masing. Biasanya komposisi ini telah diketahui dari data lembaga tertentu, sehingga dapat dilakukan perbandingan dengan bahan penyusun produk pangan.

3. Hitung berat kandungan gizi berdasarkan porsi yang diberikan dalam resep.
Kandungan gizi masing-masing bahan yang telah diketahui dihitung per massa bahan yang diberikan dalam resep.

4. Pertimbangkan faktor dalam proses pemasakan, seperti perolehan yang akan mengubah berat, dan faktor retensi yang memungkinkan hilangnya nutrisi.
Faktor dalam proses pemasakan dapat mengurangi nilai gizi dalam produk pangan. Serta merubah komposisi bahan volatile seperti air. Karena itu perlu dihitung nilai faktor retensi yang memungkinkan hilangnya nutrisi.

5. Jumlahkan semua kandungan gizi yang telah dianalisis sebelumnya.
Kandungan gizi dari masing-masing bahan dijumlahkan,dengan terlebih dahulu melihat faktor sebelumnya yaitu pemrosesan dalam pemasakan.

6. Perkirakan jumlah dari produk pangan yang disajikan berdasarkan resep.
Bandingkan kandungan total dari komposisi masing-masing bahan berdasarkan massa bahan dalam resep.

7. Perkiran total berat per volume per sajian.
Hitung total berat kandungan gizi tersebut per volume per sajian. Biasanya total berat kandungan gizi tersebut berdasarkan jumlah masing-masing produk pangan pada saat pengemasan.
Metode lain yang dapat dilakukana adalah metode langsung, dilakukan dengan cara mengukur tiap jenis kandungan gizi yang mungkin ada dalam pangan dengan metode yang berbeda-beda. Tentunya cara ini akan menghasilkan komposisi yang lebih akurat, dibandingkan dengan metode tidak langsung.

B. Analisis Komposisi Nutrien dalam Resep Tradisional
Salah satu resep herbal yang digunakan untuk mengobati diare adalah dengan mengonsumsi buah salak. Salah satu bagian dari buah salak yang dipercaya dapat mengatasi diare adalah kulit ari nya. Oleh karena itu, orang-orang mengatakan bahwa saat mengupas buah salak, jangan sampai melepas kulit arinya.
Meskipun begitu resep tradisional tsb belum terbukti secara ilmiah kebenarannya.. Namun ternyata terdapat kandungan serat yang cukup tinggi dalam kulit ari salak, sehingga menurut F.X. Wahyurin Mitano (Ahli Gizi RSUD Dr Soetomo) kandungan serat yang terdapat dalam salak tersebut dapat mengobati diare Hal tersebut juga berlaku bagi kulit ari buah jeruk dan juga “pembungkus” bulir jeruk.
Pengobatan diare oleh salak disebabkan kandungan serat yang terdapat dalam salak tersebut tidak dapat dicerna dalam tubuh, akan tetap berbentuk partikel besar dalam usus besar. Hal ini menyebabkan serat akan memerangkap air, sehingga terjadi keseimbangan kembali dalam sistem pencernaan tubuh. Selain itu, kandungan air yang cukup tinggi dalam salak juga dapat menggantikan air yang berkurang dalam tubuh akibat diare.

Di dalam salak juga terdapat kandungan karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi, sehingga pengobatan diare dengan mengonsumsi salak, tidak disarankan untuk penderita Diabetes Melitus. Pengecualian lainnya adalah bagi penderita maag dan radang usus, karena kandungan tannin dalam buah salak akan memengaruhi kondisi usus yang luka dan sulit dicerna.

Daftar Pustaka
Anonim. http://superampuh.com/manfaat-buah-salak-bagi-kesehatan (Tanggal akses : 8 Oktober 2012)
Centre for Food Safety.Indirect Nutrient Analysis. (Tanggal unggah : 7 Oktober 2012)
De Fries, Jonathan W. Labeling Regulations and Methods of Analysis. General Mills,Inc.
Kurniawati, Dewa. http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2010/12/16/dibuang-sayang/ (Tanggal akses : 8 Oktober 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s