Berdiam di tengah kesibukan


Pernahkah kalian merasa sangat lelah dengan rutinitas, tugas, tanggung jawab, dan semua hal yang dibebankan pada kalian?? Semua terasa menuntut kalian untuk memberikan usaha yang sama, saling beradu untuk mencapai prioritas utama untuk kita. Mencoba menarik perhatian dan waktumu sepenuhnya kesana.

Saya pernah dan sedang berada pada posisi tersebut. Kegiatan perkuliahan, tugas, ujian, tanggung jawab di acara kampus, tanggung jawab di tempat ibadah, semua seolah bertumpuk. Meskipun, menurutku sendiri, aku telah melakukan bagianku dengan sekuat tenaga. Berusaha mengatur waktu dengan baik. Namun semua itu terasa sia-sia. Aku tidak merasa maksimal dimanapun. Hanya melakukan setengah-setengah, terlupakan berbagai macam hal, mengabaikan yang lain, dan malah menjadi beban untukku sendiri.

Sebagai seorang Kristiani, seharusnya aku melakukan bagian yang memang Tuhan tentukan untukku. Sebenarnya, memang sulit berada dalam keadaan kesetimbangan terus-menerus. Bayangkanlah mainan jungkat-jungkit yang sering kita mainkan waktu kecil, tuasnya tidak berada di tengah terus-menerus bukan? Begitulah hidup, ada naik dan turunnya. Namun yang penting bukan itu.. Intensitas dan hati kita dicurahkan pada porsi yang sama ketika kita melakukan suatu bagian, dan berfokus serta melakukan yang terbaik ketika berada di sisi lainnya.

Namun, terkadang bersibuk-sibuk ria bukanlah hal yang terbaik. Memang kita punya target, visi, tujuan yang harus dicapai. Duduk diam, refleksi diri, dan berdoa menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan sangat diperlukan. Karena akan sia-sialah semua yang kita kerjakan bila tidak disertai perkenanan Tuhan atasnya. Percumalah semua kerja keras kita, bila kita kehilangan momen berharga dengan keluarga ataupun teman-teman terdekat kita. Sekali lagi, kesetimbangan dalam memilih, mengelola waktu sangatlah penting. Waktu diam pun termasuk pilihan , tidak akan sia-sia bila memang ada tidak sekedar bengong saja, namun membaharui hati dan pikiran kita.

Dalam kekristenan sendiri, duduk diam di hadirat Allah, memuji dan menyembah Tuhan, ataupun hanya diam berlutut di hadapannya, merupakan momen yang lebih berharga dari sederet daftar to do list yang telah kita tulis. Ketika kita mulai jenuh dengan semua rutinitas kita, mulai bertanyalah, apakah memang ini yang Dia ingin kita lakukan? Apakah jalan ini memang sesuai dengan kehendak-Nya? Pertanyaan ini sendiri, tidak dapat kita jawab bila kita tidak mengenal hati-Nya.

Saat berada di persimpangan jalan, ketika jenuh mulai memasuki hidupmu, atau ketika tidak ada arah yang jelas, mulailah saat teduh, jangan bertindak apapun, tanyalah penciptamu, refleksi diri, berdoalah. Percayalah apapun yang sedang Dia kerjakan didalam hidupmu, akan menjadi sebuah gambaran yang indah pada akhirnya =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s