Hukum Termodinamika


Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan peristiwa perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu hukum terpenting dalam fisika dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan termodinamika. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya.
Sebelumnya kita harus mengerti terlebih dahulu mengenai definisi sistem dan lingkungan. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu benda atau sekumpulan benda yang menjadi pusat perhatian kita. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Sistem dan lingkungan membentuk semesta.

Hukum-hukum Termodinamika :
 Hukum ke-0 
Jika A setimbang termal dengan C, dan B setimbang termal dengan C, maka A setimbang termal dengan B. Yang dimaksud dengan setimbang termal adalah keadaan dimana tidak terjadi aliran kalor antara sistem dengan lingkungan atau dapat dikatakan memiliki temperatur yang sama.

 Hukum ke-1 
Jika sistem menyerap kalor Q dari lingkungannya dan melakukan kerja W pada lingkungannya maka sistem mengalami perubahan energi dalam sebesar ΔU = Q – W. Hukum ini hanya berlaku jika tidak terjadi perubahan bentuk/ukuran benda atau sistem karena pemuaian atau penyusutan.Dalam termodinamika terdapat beberapa proses yaitu isobarik, isokhorik, isoterm, dan adiabatik.

 Hukum ke-2
Perumusan Kelvin : Tidak ada suatu proses yang hasil akhirnya berupa pengambilan sejumlah kalor dari suatu reservoar kalor dan mengkonversi seluruh kalor menjadi usaha.

Perumusan Clausius: Tidak ada proses yang hasil akhirnya berupa pengambilan kalor dari suatu reservoar kalor bersuhu rendah dan pembuangan kalor dalam jumlah yang sama kepada suatu reservoar yang bersuhu lebih tinggi.

Dari pernyataan tersebut dapat kita artikan bahwa kalor tidak akan mengalir secara alami dari sistem bertemperatur rendah ke sistem bertemperatur tinggi, tidak ada mesin yang memiliki efisiensi 100%, dan alam menuju ketidakteraturan(∆ S ≥ 0; S entropi).

 Hukum ke-3 
Pada saat sistem mencapai temperatur nol absolut (Kelvin), semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mencapai nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal, sempurna pada temperatur nol absolut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s